Sebuah Draft untuk Pendidikan

oleh Ria Jamin

Indonesia masih terus berjuang untuk pemerataan pendidikan ke seluruh pelosok negeri. Dimulai dari pemerintah dan gerakan para pemuda bangsa yang terjun langsung demi terciptanya pendidikan yang layak bagi genarasi penerus. Siapa sangka, di sisi lain dari kehidupan kita yang sekarang mungkin sudah duduk enak di tiap level masyarakat, mengeyam bangku pendidikan dengan tenang dan nyaman semasa sekolah, masih ada banyak anak-anak yang putus dari sekolahnya, bahkan tidak pernah tahu apa itu arti dari sekolah.

Jangankan untuk pamer alat tulis baru kepada teman-teman pada saat musim naik kelas, bisa belajar tanpa harus mengeluarkan biaya saja sudah menjadi hal yang sangat membahagiakan bagi mereka. Pendidikan memang belum tersebar rata di negeri ini, dari penelitian yang dilakukan oleh salah satu LSM didapatkan hasil bahwa pendidikan lebih banyak didapatkan di daerah besar di Indonesia, sedangkan daerah pelosok di luar kota besar-besar kemungkinan tidak terjamah sama sekali.

Pendidikan menjadi tonggak penting sekaligus krusial bagi pertumbuhan sebuah bangsa. Secara general, tingkat pendidikan akan setara dengan kelayakan seseorang diterima dan beradaptasi dalam aplikasi kehidupan di masyarakat. Anak dengan pendidikan yang cukup akan mampu membekali dirinya di masa depan. Tiga pilar utama, hal mendasar dari sebuah proses belajar mengajar dalam sistem pendidikan adalah baca, tulis, dan hitung.

Ketiga hal tersebut juga yang kemudian menjadi fokus utama dari Terminalhujan. Sebuah yayasan dengan visi menjadi entitas bisnis sosial yang konsisten memberdayakan kampung-kampung di kota Bogor melalui jalur pendidikan informal dan pemberdayaan ekonomi.

Pendidikan bisa dilakukan dengan berbagai cara, jalur pendidikan informal yang diberikan kepada adik asuh TH adalah salah satunya. Pendidikan juga bukan hanya hak bagi anak-anak, tapi pendidikan bisa secara luas dinikmati oleh setiap level usia. Tidaklah menutup kemungkinan bahwa orang tua juga harus terus meningkatkan pendidikan yang mereka dapatkan, jika tidak secara formal maka lewat cara informal pun bisa dilakukan. Banyak hal yang bisa dilakukan seperti, pelatihan pemberdayaan ekonomi, pelatihan di bidang kesehatan masyarakat yang akan bisa menunjang kehidupan sehari-hari dan lainnya.

Kembali kepada pembahasan pendidikan anak, pendidikan akan semakin optimal bagi semua anak, jika dimulai dari lingkup ruang terkecil dan paling dekat dengannya, yaitu keluarga. Para orang tua menjadi role model pertama yang akan berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan dan perkembangan seorang anak baik secara psikis dan fisik.
Cara mendidik anak di rumah yang baik, dilanjutkan dengan pendidikan formal dan informal di luar rumah, ditambah dengan kegiatan positif lainnya adalah jenis pendidikan yang ideal. Kenyataannya meski belum semua anak mendapatkan hal seperti itu, akan selalu ada harapan untuk setiap anak di seluruh dunia, khususnya di Indonesia.

Belum terlambat untuk memulai dari lingkungan kecil sekitar kita, kembali memperbaiki cara berinteraksi dengan anak di rumah, memandu dan selalu mengawasi setiap perkembangan anak, serta berbagi melalui gerakan sosial yang ada di dekat kita. Hal sederhana yang bisa kita lakukan sekarang, tanpa harus menunggu.

Good decision is never too late.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *